Selasa, 31 Juli 2012

komposisi tari

Ada sebagian orang yang mengatakan bahwa komposisi identik dengan lantaiatau posisi penari di atas pentas. Namun ada pula yang mengatakan bahwa komposisitari adalah segala sesuatu yang menimbulkan sebuah karya tari itu tercipta yang didalamnya terdapat pula apa yang disebut dengan pola lantai.Pada uraian selanjutnya, akan mengupas hal-hal yang berhubungan dengankomposisi tari.Karena tari sebagai bentuk seni, maka perlu kiranya anda mengetahui tentang pengetahuan komposisi tari yang juga lazim disebut dengan pengetahuan koreografi.Pengetahuan ini harus diketahui, dipahami dan dipraktikkanoleh seorang koreografer atau penata tari atau orang yang menciptakan tarian. Pengetahuan ini haruslah dipahamidan dijalankan terutama bagi penata tari yang masih pemula untuk menghasilkan suatuyang harus anda ketahui, yaitu antara lain Gerak tari sebagai momen/unsur pokoknya,musik/ iringan, tema, tata busana, tata rias, tempat, pentas, tata lampu.
1. Gerak Tari
Anda telah mengetahui bahwa elemen dasar tari adalah gerak. Halini telahdiuraikan dan dijelaskan pada modul yang terdahulu.Gerak di dalam tari bukanlah gerak yang indah. Yang dimaksudkan degangerak yang indah adalah gerak yang telah diberi sentuhan seni. Gerak-gerak keseharian yang telah diberi sentuhan seni akan menghasilkan gerak yang indah.Misalnya gerak berjalan, larim mencangkul, menimba air di sumur, memotong kayudan sebagainya, jika diberi sentuhan emosional yang mengandung nilai seni, makagerak-gerak keseharian tersebut akan tampak lain.Berdasarkan bentuk geraknya, secara garis besar ada dua jenis tari, yaitu tariyang representasional, dan tariyang non representasional. Tari yang representasionaladalah tari yang menggambarkan sesuatu secara jelas. Sedangkan tari yang nonrepresentasional adalah tari yang tidak menggambarkan sesuatu (lihat gambar dibawah ini)
Baik tari representational maupun non representational garapan geraknyaterkandung dua jenis gerak, yaitu gerak maknawi dan gerak-gerak murni
 .
Yang dimaksud dengan gerak maknawi
ialah gerak yang mengandung arti jelas. Misalnyagerak ulap-ulap pada tari Jawa menggambarkan sedang melihat gerak menempel telapak tangan didada bisa mengandung arti sedih, gerak menirukan bertani, berbedak, bertepuk tangan dan sebagainya. Sudah barang tentu gerak-gerak maknawi tersebut telahmengalami stilisasi atau distorsi, yaitu gerak tersebut telah mengalami perubahan untuk dijadikan gerak tari.Adapun gerak murni ialah gerak yang digarap untuk mendapatkan bentuk yangartistik dan tidak dimaksudkan untuk menggambarkan sesuatu. 
Gerak-gerak murni ini banyak digunakan dalam garapan- garapan tari yang nonrepresentasional. 
Sedangkangarapan-garapan tari yang representasional banyak memerlukan gerak-gerak maknawi. 
Namun demikian, dalam garapan tari representasional diperlukan pula gerak-gerak murni, 
karena apabila garapan tersebut dipenuhi oleh gerak-gerak maknawi akan lebihmengarah ke bentuk pantonim.

Didepan telah dikemukakan bahwa gerak di dalam tari berbeda dengan gerak sehari-hari. 
Gerak tari telah melalui perubahan atau dipindahkan dari gerak yangwantah diubah bentuknya menjadi gerak tari. Gerak tari tidak lepas dari unsur tenaga,ruang dan waktu.

Tenaga
Setiap kita melakukan gerak, pasti akan memerlukan tenaga. Tanpa tenaga,tidak mungkin dapat dihasilkan gerak yang baik, karena tenaga merupakan kekuatanyang akan mengawali, mengendalikan dan menghentikan gerak. Untuk lebih jelasnyasebagai contoh, misalnya jika anda menggerakkan tangan ke depan dan ke belakangdalam menari massal, agar gerakannya kelihatan seragam maka tenaga yang digunakanharus seragam pula, yaitu agar ayunan bisa sama.Penggunaan tenaga didalam gerak tari berbeda dengan penggunaan tenagadalam kebutuhan lain. Untuk itu harus memahami cara penggunaannya, karena penggunaan tenaga dengan baik akan memberi efek dinamika dalam sebuah tarian.Unsur tenaga di dalam tari menggambarkan suatu usaha yang menentukanmemberikan watak pada gerak.

Ruang
Diatas telah dikemukakan bahwa ruang adalah salah satu unsur pokok yangmenentukan terwujudnya suatu gerak. Mustahil jika suatu gerak lahir tanpa adanyaruang, karena setiap gerak yang dibuatnya memiliki disain ruangan dan berhubungandengan benda-benda lain dalam dimensi ruang dan waktu. Dengan demikian, penarisemata-mata dapat bergerak atau menari karena adanya ruang. Ruang di dalam taridapat dibedakan dariruang yang diciptakan oleh penari dan ruang pentas atau tempat penari melakukan gerak.
a.Ruang yang diciptakan penari adalah ruang yang langsung berhubungan dengan penari, 
yang batas imajinasinya adalah batas yang paling jauh yang dapatdijangkau oleh tangan dan kaki penari dalam keadaan tidak pindah tempat.Misalnya jika anda bergerak menirukan burung terbang dengan menggunakankedua tangan ke atas dan kebawah, sejauh jangkauan ayunan tangan itulah yangdimaksud dengan ruang yang diciptakan oleh penari. 
b.Ruang pentas atau tempat penari melakukan gerak adalah wujud ruang secara nyata, merupakan arena yang dilalui penari saat melakukan gerak.
misalnya Panggung, halaman terbuka lapangan dan lain – lain. Pokok permasalahan yang terkandung dalam ruang, baik itu berupa ruang yang diciptakan oleh penarimaupun ruang tempat menari, meliputi : Garis, volume, arah, level dan fokus.Untuk lebih jelasnya dapat diuraikan sebagai berikut:
a)Garis, yaitu kesan yang ditimbulkan setelah menggerakkan tubuhsedemikian rupa dengan membentuk garis tubuh diluar garis tubuh yang alami.
Garis – garis ini menimbulkan kesan yang tidak berbeda dengan garis -garis dalam seni rupa. 
Misalnya garis tubuhyang melengkungmenimbulkan kesan manis. Garis diagonal atau zig – zag menimbulkankesan dinamis. Garis tegak lurus memberi kesan tenang dan seimbang. Garisdatar memberi kesan istirahat dan sebagainya. 
b) Volume, yaitu jangkauan gerak yang tergantung dari besar kecilnya ruangan yang digunakan seoerang penari. Misalnya, langkah ke depan dapatdilakukan dengan langkah pendek, langkah biasa dan langkah lebar. Gerakanini sama tetapi dilakukan dengan ukuran yang berbeda.
Dengan kata Dengan lain gerakan kecil bisa dikembangkan dan gerakan besar 
dapat dikecilkanvolumenya.
c)Arah,yaitu arah hadap penari ketika melakukan gerak. Arah itu bisa kedepan, ke belakang, kesamping dan ke arah lainnya.
d)Level, berhubungan dengan tinggi rendahnya penari pada saat melakukangerakan. Ketinggian maksimal dicapai penari adalah pada saat melompat keudara dan ketinggian minimal dicapai ketika rebah dilantai.
e)Fokus, yaitu sudut pandang suatu perspektid penonton dan yang diperlukandalam melakukan rangkaian gerak.
Waktu
Waktu adalah elemen yang membentuk gerak tari selain unsur tenaga ruang dan yang tidak dapat dipisahkan antara satu dan lainnya, 
karena merupakan suatustruktur yang saling berhubungan perannya saja yang berbeda. Elemen waktu berkaitandengan ritme tubuh dan ritme lingkungan. Gerak yang dilakukan dalam waktu sedangcepat maupun lambat akan memberikan daya hidup pada sebuah tarian. Unsur waktusangat berkaitan dengan unsure irama yang meberi nafas sehingga tampak hidup.
Dalam unsur waktu ada dua faktor yang sangat penting yaitu tempo dan ritme.
Tempo berarti kecepatan dari gerak tubuh kita, yang dapat dilihat dari perbedaan 
panjang pendeknya waktu yang diperlukan.
Sedangkan ritme dalam ferak tari menunjukkan ukuran waktu dari setiap perubahan detail gerak. Oleh sebab itu, ritme lebih mengarah ukuran cepat ataulambatnya setiap gerakan yang dapat diselesaikan oleh penari.Gerakan yang dilakukan dalam tempo yang cepat dapat memberikan kesanaktif dan menggairahkan, sedangkan gerakan lambat akan berkesan tenang, agung, atausebaliknya membosankan. Sebagai contoh, jika anda melihat suatu bentuk tarian andaakan melihat penari tersebut melakukan gerakan dengan tempo yang berbeda. Suatu saatgerakannya sangat lembut mengalun, saat berikutnya cepat dan menghentak. Jika suatu tarian gerakannya selalu dalam tempo yang lambat, penonton akan jenuh dan bosan.Sebaliknya jika selalu cepat akan memberikan kesan “melelahkan” dan membosankan pula.
Dari uraian mengenai gerak tari di atas dapat disimpulkan bahwa gerak dalam tari adalah gerak wantah yang telah diubah menjadi gerak seni yang indah, yang gerakannya telah mengalami stitisersi ataupun distorsi dengan memperhatikan unsur tenaga, ruang dan waktu.

Desain Gerak dan Pola Lantai
Desain penataan arah gerak dalam tari dibagi menjadi dua pola yaitu :
1.Pola Simetrik Dalam pola simetrik akan memberikan kesan seimbang, tenang, dan bahkan statis. Penggunaan pola lantai simetrik tampak pada tari kelompok terutama jenistari rakyat. Pada tarian ini terdapat garis-garis sejajar, garis-garis lengkung, danlingkaran membentuk pola yang terkesan simetrik. Demikian juga dalam tari pergaulan di mana para penarinya berpasangan dalam suatu kelompok baik gerak maupun pola lantainya menunjuk pola simetrik.Gambar Jayaprana dan Layonsari .

2.Pola Asimetrik Pada pola asimetrik pola arah gerak penari akan memberi kesan ketidakseimbangan, tidak tenang,  dan bahkan dinamis. Gambar Contoh pola lantai simetrik dan pola lantai asimetrik 
a)Desain LantaiYang dimaksud dengan desain lantai adalah garis-garis yang dilalui oleh
 seorang penari atau garis-garis di lantai yang dibuat oleh formasi penari kelompok. Secara garis besar ada dua pola garis dasar pada lantai, yaitu garislurus dan garis lengkung.Garis lurus dapat dibuat ke depan, ke belakang, ke samping, atau serong.Selain itu garis lurus dapat menjadi desain huruf V atau kebalikannya, segitiga,segiempat, huruf T, Y atau desin zig-zag, misalnya :Garis lurus memberikan kesan sederhana tapi kuat. Garis lurus banyak digunakanpada tari tradisional baik klasik maupun kerakyatan, teritama dariJawa Tengah. Garis lengkung dapat dibuat melengkung ke depan, ke belakang,ke samping dan serong. Dari lengkung ini dapat pula dibuat disain lengkungular, lingkaran, angka tiga atau delapan juga bentuk spiral, misalnya :
Desain Atas
Desain atas adalah desain yang membentuk pola atas lantai (biasanyaterbentuk oleh penari itu sendiri) dan terlihat oleh penonton. Ada 16 unsur dasar yangmasing-masing dapat digabungkan/ dimodifikasi

1)Datar
Postur tubuh penari yang dilihat oleh penonton (bukan yang dirasakan penari) hampir tanpa perspektif. 
Desain ini dapat berbentuk vertikal, horisontal, kontras(berlawanan), murni, statis, lengkung, tinggi, medium, rendah, lukisanm garis lanjutan,dan garis tertunda. Jika diberi putaran seperempat saja, akan menjadi ‘desain dalam’.Desain yang secara konstruktif dangkal ini justru memberikan kesan keterbukaan,kejujuran, dan ketenangan.

2) Dalam
Penonton melihat penari dengan perspektif yang dalam. Hampir semua unsur desain dibawah ini (dari vertikal sampai garis tertunda) lebih mudah digarap dengandesain dalam. Terutama, untuk desain lengkung, lukisan, dan tertunda. Desain ini lebihmemberikan kedalaman emosi/ perasaan dari pada desain datar.

3) Vertikal
Penari membentuk garis ke atas dan kebawah. Desain dapat diterapkan pada semua unsur (kecuali horizontal). 
Ia memberi rasa menjangkau keatas dan/atau ke bawah (lihat desain tinggi dan desain rendah), egosentris,dan cocok untuk suasanamenari diri dan pasrah.

4) Horizontal
Postur dengan anggota badan membentuk garis melintang. Desain ini dapatditerapkan pada semua unsur (kecuali vertikal) memberi rasa menjangkau keluar dankesadaran terhadap lingkungan. Cocok untuk suasana ekspresif/ mencurahkan.

5) Kontras
Postur yang menggarap garis-garis bersilang pada lekukan-lekukan yang berlawanan dan mengandung suatu kontinuitas garis dalam oposisi. Merupakan garis-garis kontras yang bisa berupa berabgai unsur (kecuali murni) dan dapat memberikansugesti kekuatan atau kebingungan. 
Jika digarap sebagai pengembangan desain murniyang mendahului, akan tercapai sugesti pengembangan intelektual dan emosional
.
6) Murni
Postur tanpa garis-garis yang kontras. Garis-garis murni dapat mengubahsetiap unsur yang ada (kecuali garis berlawanan) garis yang paling sederhana ini dapatmemberikan sentuhan ketenangan.

7) Statis
Pose statis tapi bergerak. Garis statis dapat digunakan dalam semua desain,kecuali desain lukisan, garis lanjutan, dan tertunda. Garis ini memberi rasa teratur dan berisi. Kebanyakan tarian daerah timur digarap atas garis statis berupa seri dari pose  pose yang mengalir yang disisipi garis lukisan dan kualitas dinamis. Tekanan dinamikatersebut dapat mengibaskan kesan ambisi dan nafsu.
8) Lengkung
Postur dengan badan atau anggota badan yang dilengkungkan. Garis lengkung(dalam semua unsur kecuali bersudut) dapat memberi kesan penonton dekat dengan penari atau perubahan dinamis dapat memberikan rasa egosentris.

9) Bersudut
Postur dengan badan atau anggota badan ditekuk membentuk sudut. Garis bersudut dapat digunakan dengan setiap unsur kecuali lengkung, spiral, garis lanjutan,dan tertunda. Garis ini dapat memberi sugesti penggunaan kekuatan secara sadar.
10) Spiral
Postur dengan badan dan anggotabadan berputar. Spiral merupakan serilingkaran naik-turun yang tak dapat digunakan pada garis datar, kontras, atau bersudut.
Penari yang berputar mengikuti alunan naik-turun dapat merasa dekat dengan penonton.

11) Tinggi
Menekankan ruang tari di bagian dada ke atas. Sesuai dengan sifatnya, aksengera yang dibuat pada bagian ini dapat menghasilkan sentuhan intelektual dan spiritual.Tarian pemujaan sedikit menggunakan anggota badan bagian bawah, tapi efek dapatdiatur atau dimanusiakan dengan memberikan tekanan gerak pada tubuh bagian atas ini.

12) Medium
Menekankan ruang tari antara bagian dada hingga pinggang. Aksen gerak tubuh bagian tengah ini dapat menimbulkan sentuhan emosi dan motivasi.

13) Rendah
Menekankan ruang tari di bagian pinggang ke bawah. Aksen gerak pada tubuh bagian bawah ini dapat memberikan gairah

14) Terlukis
Garis atau bentuk di udara yang terlukis lebih berkesan daripada anggota badan atau properti yang melukisnya.

15) Garis Lanjutan
Kesan garis yang terlukis di udara di luar jangkauan tubuh penari.

16) Garis Tertunda
Garis yang terlukis di udara oleh busana, rambut, atau properti, karena imbsgerak diluar motorik tapi terkontrol oleh kesadaran penari.

17) Lurus
Desain ini adalah desain yang menggunakan garis-garis lurus pada anggota badan, seperti kaki, badan. Desain ini memberi kesan sederhana kokoh, tapi kalauterlalu banyak dipergunakan akan kurang menarik.

18) Simetris
Desain simetris adalah desain yang dibuat dengan menempelkan garis-garisanggota badan yang kanan dan kiri berlawanan arah. Desain ini memberikan kesansederhana, kokoh, tenang.

19) Asimetris
Desain asimetris adalah desain yang dibuat dengan menempelkan garis-garisanggota badan yang kiri berlainan dengan yang kanan. Misalnya lengan kanan ke atasdan lengan kiri ke bawah.
Desain ini memberikan kesan menarik dan dinamis.
Cobalah anda untuk mempelajari ke-19 desain diatas, dengan seksama,kemudian cobalah amati beberapa buah tari-tarian di Indonesia, menurut anda desain apa yang lebih dominan digunakan pada tari-tarian yang digunakan pada tarian tersebut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar